Tentu kita pernah mendengar pribahasa ini, "di atas langit, masih ada langit".
Ungkapan bijak ini mengajarkan kita bahwa kesombongan adalah hal yang tidak pantas untuk dibanggakan. Sehebat-hebatnya kita, pasti ada orang yang lebih hebat dari kita.
Seorang yang sombong menatap orang lain dengan tatapan merendahkan, dan ia akan membangga-banggakan dirinya sendiri.
Memang penyakit satu ini sering menggrogoti hati kita.
Hati yang aslinya suci & bersih, perlahan menjadi kusam, gelap, & hitam.
Belum lagi ancaman bagi orang sombong, yang dikatakan dalam hadits Rasul,
لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر
"Tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi."
Naudzubillahi min dzalik !
Rasanya ingin membilas bersih kotoran hati yang satu ini.
Penyebab penyakit yang bahaya ini diantaranya:
👉 Ilmu pengetahuan yang dimilikinya
👉 Ibadah dan amal shaleh yang dilakukannya
👉 Keturunan, nasab, harta kekayaan dan kekuasaannya.
👉 Keelokan wajah yang dimilikinya
👉 Kaum atau golongannya yang lebih banyak
👳🏻♂️ Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufri menyebutkan dalam salah satu ceramahnya,
Obatnya sombong ada 2, yaitu Ilmu & Amal.
Ilmu
Ingatlah siapa hakikat diri kita! Sadarkah kemana pun kita pergi, kita selalu membawa kotoran di perut? Kita tercipta hanya dari mani yang menjijikkan & akan dikubur dalam tanah menjadi bangkai yang busuk.
Lapar bisa menjatuhkan kita. Letih bisa membinasakan kita. Ketika kita merasa gerah, kita mengeluarkan keringat yang kita sendiri enggan menciumnya.
Bahkan orang bisa meninggal ketika ia tersedak air. Satu lagi, pernahkah kita merasakan gatal-gatal akibat kutu yang jauh lebih kecil dari tubuh kita? Kutu sekecil itu, bisa membuat kita tak bisa tidur semalaman! Begitu lemahnya kita.
Ingatlah, Wahai Manusia! Kita ini lemah. Namun, Allah-lah yang menguatkan kita...
Amal
Carilah amalan yang membuatmu tawadhu'!
Dahulukan memberi salam, menjabat tangan kepada orang yang kau temui. Baik ia lebih tua darimu, temanmu atau musuhmu, kau harus memuliakannya.
Jangan ikuti kata hatimu! Jangan ikuti gengsimu! Jangan menunggu orang lain menyapamu, tapi menyapalah duluan!
Cari pekerjaan yang menghancurkan hawa nafsumu!
Jika kau melihat di masjid ada kotoran, maka bersihkanlah.
Jadilah pembantu bagi orang-orang miskin & anak yatim. Uruslah rumahnya, berilah makanan, bersihkan toiletnya. Demi menginjak hawa nafsumu. Karena hal itu sangat menghancurkan egois & sifat sombong dalam diri.
Semoga Allah Yang Maha Suci mensucikan hati kita dari segala penyakit hati yang dibenci-Nya.
Sumber: Kitab Ihya' 'Ulumuddin dan Ceramah Habib Ali al-Jufri.

Komentar
Posting Komentar