Langsung ke konten utama

Hindari 3 Zina Ini !


ZINA MATA, ZINA LISAN, ZINA HATI

Pada zaman sekarang ini, dunia luar banyak masuk ke Indonesia. Antara laki-laki dan perempuan dengan technology modern memudahkan untuk saling berinteraksi yang terlalu bebas melaui vidcall, chatting, dll.

Begitu mudahnya untuk melakukan dosa zina..

Ini adalah salah satu musibah yang menimpa kita pada zaman sekarang. 

Hendaknya seseorang berusaha sebisa Mungkin untuk berusaha menjaga dirinya untuk melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.. 

Karena mata ini, hati ini, lisan ini dikatakan berzina bila digunakan untuk perbuatan hal yang diharamkan Allah subhanahu wa ta'ala..

Berikut beberapa macam zina yang harus kita hindari :


ZINA MATA dengan MELIHAT

Melihat apa sehingga dikatakan Zina Mata ?

Melihat ajnabi dengan pandangan syahwat. 

Apa kata pada zaman sekarang ini, siapa yang bisa terselamatkan dari zina mata yang kini meraja lela diluar sana ? 

Yang mudah kita temukan dimedia sosial. 

Anak anak yang mengikuti orang² kafir dengan bercouple. 

 

ZINA LISAN dengan BERKATA

Perkataan seperti apa sehingga dikatakan Zina Lisan ?

Perkataan yang mengandung rayuan kepada yang bukan mahram yang dianggapnya sebagai pacar. 

Apa yang mereka bicarakan ? 

Membicarakan menggunakan kata-kata rayuan yang membawa mereka kepada perzinaan itu disebut zina lisan. 


ZINA HATI dengan MEMIKIRKAN

Memikirkan apa sehingga dikatakan Zina Hati ?

Memikirkan yang tidak-tidak, yang tak seharusnya dipikir kan semisal menyangkut antara kedua nya..



Semoga kita semua selalu dalam penjagaan Allah. 

Hindari perbuatan yang Allah tidak sukai. Jangan remehkan perbuatan maksiat sekecil apapun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  🕌💕 TODAY's MUHASABAH 💕🕌 Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. 💌 Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...