Langsung ke konten utama

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD.

1.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah

Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat.
1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah.
2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang.

Referensi :
1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 80.
2. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Menulis Awalan halaman 132.
3. http://dosenbahasa.com/makna-imbuhan-me



2.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Busri

Waktu : 25 September 2019 pukul 13.30 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat.
1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "jangan" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah.
2. Kata "handphone" tidak terdapat di KBBI karena kata tersebut berasal dari bahasa Inggris. Seharusnya "handphone" diganti dengan "Telepon genggam". Telepon genggam lebih tepat digunakan karena terdapat di KBBI dan juga memiliki fungsi yang sama seperti handphone.
Atau bisa menuliskan kata "handphone" dengan huruf miring karena menggunakan bahasa asing.
Referensi :
1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 80.
2. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam dan http://fvizard.wordpress.com/2013/05/05/ejaan-yang-disempurnakan-eyd/



3.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Busri

Waktu : 25 September 2019 pukul 13.30 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat.
1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "Hati-Hati" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah.
2. Kalimat tersebut menjadi tidak efektif karena ada pemborosan kata. Sebaiknya kata "Banyak Anak-Anak" diganti dengan "Banyak Anak" ataupun "Anak-Anak" karena semua kata tersebut mengandung arti yang sama.

Referensi :
1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 80.
2. http://abdhieajja-akabe.blogspot.com/2008/04/kesalahan-berbahasa-pengantar-seseorang.html?m=1



4.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Busri

Waktu : 27 September 2019 pukul 16.05 WIB

Analisis : Penulisan dan penggunaan kalimat di atas sudah benar dan efektif.
1. Penulisan awalan "di" sebagai kata depan sudah tepat karena di pisah dengan kata "aspal" yang menyatakan keterangan tempat.
2. Makna kata "seindah" pada kalimat tersebut memiliki arti "sama indah".
3. Kata "jatuh" dan "jatuh cinta" termasuk kata baku karena terdapat di KBBI.

Referensi :
1. http://dosenbahasa.com/contoh-imbuhan-di
2. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Arti dan Fungsi Awalan halaman 108.
3. https://kbbi.web.id/jatuh



5.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah

Waktu : 27 September 2019 pukul 07.25 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat karena tidak menggunakan beberapa tanda baca.
1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "Hati-Hati" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah.
2. Seharusnya antara kata "rawan kecelakaan" dan "kurangi kecepatan" disisipkan tanda baca koma (,) untuk menghindari salah baca/salah pengertian.

Referensi :
1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 80.
2. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 71.



6.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj Salmah

Waktu : 27 September 2019 pukul 07.27 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat karena tidak menggunakan tanda baca seru (!). Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "Jangan" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah.

Referensi : Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 80.



7.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj Salmah

Waktu : 27 September 2019 pukul 07.24 WIB

Analisis : Penulisan dan penggunaan kalimat di atas sudah benar dan efektif.
1. Penyisipan imbuhan -i pada akhir kata "taat" sudah tepat untuk menyatakan makna perbuatan tersebut pada bentuk dasar yang dilakukan berulang-ulang. Contohnya : taati = taat berulang-ulang.
2. Penyisipan imbuhan -an pada akhir kata "atur" sudah tepat untuk menyatakan makna hasil. Contohnya : aturan = hasil atur.
3. "Lalu lintas" dan "demi" termasuk kata baku karena terdapat di KBBI.
4. Penyisipan imbuhan ke- pada kata "keselamatan" sudah tepat karena awalan ke + semua konsonan dan vokal, maka awalan tetap menjadi "ke". Contoh : Ke + selamat + (an) = keselamatan.
5. Penulisan awalan "di" sebagai kata depan sudah tepat karena di pisah dengan kata "jalan" yang menyatakan keterangan tempat.

Referensi :
1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Akhiran halaman 152.
2. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Akhiran halaman 150.
3. https://kbbi.web.id/lalu%20lintas dan https://kbbi.web.id/demi
4. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Arti dan Fungsi Awalan halaman 136.
5. http://dosenbahasa.com/contoh-imbuhan-di



8.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. H. Munaf

Waktu : 9 Oktober 2019 pukul 11.50 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. Seharusnya tanda seru (!) digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah yang bertujuan mengajak sesuatu.

Referensi : Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 80 dan https://puebi.readthedocs.io/en/latest/tanda-baca/tanda-seru/



9.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg H. Munaf

Waktu : 9 Oktober 2019 pukul 11.51 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat.
1. Seharusnya kalimat "Dilarang Membuang Sampah Disini" diakhiri dengan tanda seru (!) karena mengandung pernyataan yang berupa perintah dengan tujuan untuk mengajak sesuatu.
2. Seharusnya awalan di- penulisannya di pisah dengan kata "sini" karena awalan di- sebagai kata depan yang menyatakan keterangan tempat.
3. Seharusnya penulisan mata uang menggunakan simbol Rupiah yaitu Rp di bagian depan kiri.

Referensi :
1. http://puebi.readthedocs.io/en/latest/tanda-baca/tanda-seru/
2. http://dosenbahasa.com/contoh-imbuhan-di
3. http://www.perbankanindonesia.com/cara-tulis-rupiah-yang-baik-dan-benar/



10.

Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. H. Munaf

Waktu : 9 Oktober 2019 pukul 11.52 WIB

Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 
1. Penulisan nominal mata uang boleh dikombinasikan dengan angka dan huruf jika jumlahnya besar. Tetapi, penulisan huruf dalam mata uang tidak boleh disingkat. Contohnya : Rp20 juta.
2. Seharusnya penulisan kata "tahun" tidak boleh di singkat "th" karena tidak memenuhi kaidah yang harus ditaati sebagai acuan dalam menyingkat. Menyingkat satu atau beberapa kata dalam bahasa Indonesia tidak semudah menyingkat-nyingkat kata di sms untuk menghemat karakter.
3. Seharusnya penulisan bahasa asing menggunakan huruf miring atau bisa mengganti kata "contact person" dengan kata "hubungi".
4. Seharusnya antara nama dan nomor hp disisipkan tanda titik dua (:) karena tanda titik dua (:) bisa dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Referensi :
4. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halaman 74

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Muhasabah

  🕌💕 TODAY's MUHASABAH 💕🕌 Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. 💌 Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...