Langsung ke konten utama

5 Perkara yang Tak Pernah Ditinggal Oleh Rasulullah


5 PERKARA YANG TAK PERNAH DITINGGAL OLEH RASULULLAH


1. Cermin 

yakni untuk memantaskan ketika kita hendak sholat, agar bagus waktu menghadap Sang Khaliq.

Tapi jangan sering² bercermin, jangan berlebihan, karena pantulan atau bayangan kita yang ada di dalam cermin itu banyak syaitannya....

Gak percaya?

Coba aja, setiap kali kita bercermin, dandan, pasti ada rasa kurang puas yang ada pada diri kita, baik itu merasa kurang cantik, kurang menarik, kurang langsing, merasa kegendutan dsb....

Itulah bisikin syaithan yang mengakibatkan kita kurang bersyukur atas anugrah dari Alloh atas paras kita.


2. Celak

Qadarullah Rasulullah dulu terlahir dalam keadaan mata beliau sudah elok ada celaknya. 

Dan faedah celak, ialah bisa menajamkan pandangan penggunanya.

Yang paling baik ialah celak yang terbuat dari batu. Bukan eyeliner seperti zaman sekarang ini.

Dan untuk Akhwat sebaiknya memakai celak ketika hendak tidur malam.. Karena dikhawatirkan jika keluar rumah bercelak, niat mengejar sunnah.. Tapi malah menarik pandangan dan madhorot.


3. Sisir

Bisa dilakukan oleh ikhwan, karena kita akhwat, sisirannya di kamar di rumah masing-masing. 


4. Minyak Wangi

Ini sunnah untuk kaum ikhwan, Akhwat jangan, bahaya madhorot & dosa jika memakai minyak wangi saat hendak keluar. 


5. Siwak

Bawa & kenakan siwak kapanpun, dimanapun. Terlebih sebelum ibadah.

Karena orang yg bersiwak lalu sholat, maka sholatnya 70x lipat lebih afdhal dibandingkan yg tidak bersiwak, 1 : 70.

Dan untuk antum yg tidak punya siwak, maka gunakan ujung kain dan bisa diniatkam sebagai ganti siwak. Khayr insyaa Allah.


والله اعلم بالصواب

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  🕌💕 TODAY's MUHASABAH 💕🕌 Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. 💌 Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...