Langsung ke konten utama

Kurikulum (6)

Nama : Salwa Rayyana

Kelas : PAI 4F

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian mengenai kurikulum. Pasti banyak diantara kalian yang sering mendengar kata ini tapi tidak tau maksud dari kata ini. Nahh bagi kalian yang masih bertanya-tanya apa sih kurikulum itu.. cuss langsung baca tulisan pada part kali ini sampai habis dan no skip !!!

KURIKULUM

Proses pendidikan merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan sebagai jawaban atas kewajiban yang di perintahkan kepada manusia. Terlaksananya tugas dan fungsi manusia tersebut sangat ditentukan oleh ilmu pengetahun dan pengalaman yang dia peroleh. Upaya yang dilakukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan adalah dengan cara bersungguh-sungguh membaca, menelaah dan mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Supaya tujuan tersebut tercapai, maka sebagai langkah awal dalam kegiatan pendidikan adalah menyiapkan perangkat yang diperlukan dalam proses pendidikan, yang salah satunya adalah kurikulum. Desain kurikulum yang dirumuskan idealnya mampu merespon berbagai tuntutan dan kebutuhan baik peserta didik maupun masyarakat sebagai pengguna kurikulum.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi saat ini, tentu banyak hal yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam segala aspek kehidupan. Tuntutan kebutuhan manusia baik menyangkut material maupun spiritual merupakan suatu keniscayaan yang harus terpenuhi. Menurut perspektif pendidikan dengan beragamnya kebutuhan yang diperlukan oleh manusia, menuntut adanya perubahan paradigma atau pola pikir dalam manajemen pendidikan. 

Salah satu aspek yang mendorong terjadinya suatu perubahan dalam pengeloaan pendidikan adalah pengembangan kurikulum. Kedudukan kurikulum dalam proses pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis selain untuk mengembangakan peserta didik ke arah perkembangan yang optimal baik jasmani maupun ruhani juga kurikulum sebagai tolak ukur dalam melihat kemajuan pendidikan suatu bangsa. Perubahan kurikulum semestinya didasarkan atas hasil evaluasi yang dilakukan oleh para akhli dengan melihat kondisi riil yang terjadi, baik saat ini maupun yang akan datang.

Kondisi sekarang terkait dengan kebutuhan peserta didik dan pengguna lulusan hampir belum bisa memenuhi target kebutuhan terutama dalam aspek sikap dan keterampilan. Secara kenyataan kondisi pendidikan saat ini terutama dalam hal kualitas belum bisa memberikan kepuasaan terutama dalam kebutuhan moral spiritual dan emosional. Sebagai indikator dari kenyataan di atas, bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari dengan munculnya berbagai pelanggaran moral, baik yang dilakukan oleh para remaja, anak-anak, mahasiswa maupun orang tua. Kenyataan ini membuktikan bahwa pendidikan kita saat ini masih berada pada tataran penguasaan pengetahuan belum berbicara essensial pendidikan secara utuh dan konprehensif, terutama berkaitan dengan masalah moral atau sikap. Secara penguasaan pengetahuan bangsa kita lebih maju dan berkembang, hal ini bisa kita lihat perolehan nilai ujian yang diperoleh oleh peserta didik cukup tinggi bahkan tidak sedikit perlombaan-perlombaan tingkat nasional maupun internasional diraihnya, akan tetapi hal-hal yang terkait dengan mental masih jauh dari harapan cita-cita bangsa ini.

Perubahan Kurikulum di Indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan. Proses perubahan kurikulum terjadi atas dasar kebutuhan dan tuntutan baik masyarakat sebagai pengguna lulusan maupun sekolah sebagai institusi yang melahirkan prodak lulusan. Perubahan Kurikulum tidak ada tujuan lain selain untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta rancangan pembelajaran yang ada di sekolah. Oleh karena itu, perubahan kurikulum menjadi suatu keharusan dalam institusi pendidikan dalam upaya mencari jalan keluar dari bebabagai kesulitan menuju pendidikan yang berkualitas, guna melahirkan lulusan yang inovatif, kreatif, kritis serta memiliki karakter kepribadian yang bertanggung jawab. Berangkat dari kurikulum yang baik inilah diharapkan dapat dikembangkan sehingga mampu menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara.

Setiap kurikulum yang yang dirancang dan di implementasikan, memiliki beberapa perbedaan sistem. Perbedaan sistem yang terjadi bisa merupakan kelebihan maupun kekurangan dari kurikulum itu sendiri. 

Kurikulum dapat dilihat dari beberapa aspek atau dimensi, yaitu ; dimensi Ide, dimensi Dokumen, dimensi proses dan hasil. Ke empat aspek inilah kita bisa melakukan perbaikan dalam perubahan kurikulum. Untuk melakukan perubahan kurikulum yang melibatkan ke empat aspek tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, oleh karena itu untuk melakukan perubahan bisa dipilih dari ke empat aspek dimensi tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki oleh pengguna. 

Dimensi ide artinya kurikulum itu adalah kumpulan berbagai gagasan-gagasan, atau pemikiran tentang rencana pendidikan yang akan dilakukan. Gagasan yang dimaksud adalah konsep-konsep pendidikan yang berkembang dan perlu dilakukan terobosan pemikiran yang kritis, kreatif dan inovatif, sebagai jawaban dari permasalahan pendidikan yang segera memerlukan solusinya. Ide yang muncul itu terkait dengan rumusan tujuan, konten atau materi yang sesuai, metode yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan serta evaluasi untuk melihat apakah program tersebut berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Dimensi dokumen atau rencana tertulis artinya kurikulum itu merupakan sebuah dokumen tertulis yang isinya terkait dengan rumusan tujuan-tujuan, kumpulan materi-materi yang akan diajarkan, metode atau pendekatan yang akan digunakan dan Evaluasi yang akan dilaksanakan. Dokumen tertulis ini berisi program pendidikan secara tertulis, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Dimensi proses atau implementasi artinya kurikulum itu sebuah proses ketika diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar dimana dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan pendidik, peserta didik, sarana, bahan ajar, dan media pembelajaran. Dimensi kurikulum ini, dilihat dari aspek proses merupakan kurikulum yang sesungguhnya ril terjadi dilapangan, sehingga kalau kita ingin melihat baik atau tidaknya kurikulum bisa dilihat dari aspek proses ketika diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran mengajar. Dimensi ini bisa dijadikan dasar untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum terutama terkait dengan kompetensi dan kinerja guru. Dimensi hasil, dimensi ini dimaksudkan bahwa kurikulum itu bisa dilihat dari aspek hasil atau out put sebagai lulusan. Artinya kurikulum itu disusun dan dikembangkan dengan melihat hasil yang diinginkan atau dibutuhkan oleh pengguna lulusan dalam hal ini masyarakat. Para pengembang dan perancang kurikulum dapat memulai rancangannnya dengan melihat out put yang dihasilkan.

Ke empat dimensi ini merupakan cara pandang terhadap kurikulum dilihat dari berbagai sudut kajian yang saling melengkapi satu sama lain. Lahirnya kurikulum diawali dari sebuah renungan terkait dengan cita-cita yang diinginkan ke depan, kemudian dirumuskan dalam sebuah dokumen secara tertulis yang siap untuk diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, sehingga dari kegiatan ini perlu dilihat hasilnya melalui proses penilaian yang nantinya akan dijadikan tolak ukur keberhasilan proses pendidikan.

Kurikulum dapat diartikan sejumlah pengalaman siswa yang direncanakan, diarahkan, dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah atau guru.

Oleh karena itu seyogiannya yang merancang, melaksanakan dan mempertanggung jawabkan kurikulum itu adalah sekolah atau guru sebagai ujung tombak dilapangan yang lebih mengetahui dan memahami kondisi peserta didik sesuai dengan latar belakangnya. Dengan demikian perubahan kurikulum semestinya berangkat dari kondisi di lapangan yang diketemukan, kemudian diusulkan ke diknas untuk mendapatkan pengakuan dan kelayakan atas perubahan kurikulum tersebut. Jadi kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar atau pendidikan bagi siswa pada hakekatnya adalah kurikulum.

Anatomi dapat diartikan sebagai struktur atau komponen yang selalu menjadi kajian dalam kurikulum. Anatomi kurikulum itu paling tidak ada 4 komponen, yaitu; tujuan, materi, metode dan evaluasi. Ke empat komponen ini satu sama lain saling berkaitan dan berhubungan. Komponen merupakan unsur atau bagian yang sangat esensial dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Komponen kurikulum dimaksudkan adalah bagian atau unsur yang satu sama lain saling berhubungan dan terkait. Unsur atau bagian yang ada pada kurikulum itu adalah rumusan tujuan; susunan materi atau bahan ajar; pendekatan, model, strategi apa yang akan digunakan dan; evaluasi baik terhadap hasil maupun proses.

Komponen-komponen itu tidaklah berdiri sendiri, tetapi saling pengaruh-mempengaruhi, berinteraksi, satu sama lain dan membentuk suatu sistem (system). Suatu system dimaksudkan bahwa kurikulum tersebut terdiri dari aspek tuujuan, konten atau isi, strategi atau model, pendekatan dan metode serta terakhir adalah evaluasi. Jadi kurikulum itu pada dasarnya terdiri dari 4 komponan dan satu sama lainnya saling berhubungan. Langkah-langkah dalam pengembangannya dimulai dari rumusan tujuan artinya sebelum guru mempersiapkan materi dan strategi maka terlebih dahulu merenungkan tentang tujuan apa yang diinginkan dari proses pendidikan, artinya kompetensi apa yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah materi tersebut disampaikan. Ke empat komponen tersebut sering disebut sebagai dimensi kurikulum. Dengan demikian kurikulum dapat dipandang dari aspek empat komponen yaitu kurikulum sebagai Ide, sebagai proses dan evaluasi. Ke-empat aspek dimensi dalam pengembangan kurikulum menjadi sesuatu yang sangat penting dalamm merumuskan strategi ke depan terkait dengan tuntutan dan permintaan pendidikan yang berkualitas. 

Kurikulum dalam pendidikan merupakan komponen yang sangat strategis dalam upaya pencapaian tujuan pendidkan Nasional. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan bagian yang terpenting dari sekian permasalahan bangsa. Setiap warga negara sudah dijamin oleh undang-undang 1945 untuk mendapatkan kecerdasan melalui proses pendidikan. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan suatu program yang terencana, terukur dan dapat dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan oleh pihak terkait, itulah sebenarnya kurikulum. 

Dari pernyataan di atas maka, peranan dan kedudukan kurikulum dalam pendidikan adalah sebagai arah atau pedoman dalam pencapaian tujuan pendidikan seperti yang telah diamanatkan oleh undang-undang. Semakin baik pedoman itu dipelajari dan dilaksanakan maka semakin cepat pencapaian tujuan pendidikan. Dengan demikian kurikulum sangat strategis dan menentukan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Menurut Umar Hamalik ada tiga peranan kurikulum dalam kegiatan pendidikan yaitu peranan konservatif, dimana peranan ini menekankan bahwa kurikulum itu merupakan tradisi lama yang baik dan masih bisa digunakan dalam budaya pendidikan saat ini, sekaligus dapat dijadikan sebagai sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai budaya masa lalu tersebut yang masih relevan dengan masa kini kepada peserta didik; peranan kritis atau evaluatif, dimana peranan ini dimaksudkan bahwa kurikulum itu mampu mengantarkan para lulusan yang mempunyai kemampuan berfikir kritis dalam memecahkan masalah dan mencari serta menemukan solusinya; dan peranan kreatif, dimana peranan ini menekankan kurikulum harus mampu mengembangkan keterbaruan sesuai dengan perkembangan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan masa mendatang.


Identitas Buku Sumber Bacaan

Judul Buku : Teori dan Telaah Pengembangan Kurikulum

Penulis : Dr. R. Masykur, M.Pd

Penerbit : Aura Publisher

Tahun Terbit : 2019

ISBN: 978-623-211-112-7


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  🕌💕 TODAY's MUHASABAH 💕🕌 Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. 💌 Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...