Langsung ke konten utama

Manajemen Sekolah (2)


Nama : Salwa Rayyana

Kelas : PAI 4F

Manajemen Sekolah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Alhamdulillah pada hari ini saya masih diberi kenikmatan sehat untuk bias mengetik diblog ini lagi.

Nah, pada kali ini saya akan melaporkan/berbagi hasil membaca saya mengenai manajemen sekolah untuk memenuhi tugas mata kuliah Magang 1. Bahan yang menjadi sumber membaca saya yaitu buku yang berjudul “Manajemen Sekolah Berbasis ICT.

Sebelum saya membaca buku ini, berdasarkan pengengetahuan saya, kata “manajemen” itu mirip dengan kata dalam bahasa Inggris yaitu "manage" yang memiliki arti "mengatur".Nah, berangkat dari kata "mengatur" ini, jika kita kaitkan dengan kata "sekolah" maka dapat saya simpulkan bahwa "manajemen sekolah" adalah "mengatur sekolah". Saya masih bingung apakah benar pendapat saya tentang arti dari manajer sekolah ini benar atau kurang tepat. Saya berharap setelah membaca buku ini, saya akan mengetahui arti dari manajer sekolah dan juga hal-hal yang berkaitan dengan manajemen sekolah.

Baiklah langsung saja saya langsung masuk ke materi yang ada di buku ini.

A. Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah
Pada saat pertama kali membaca buku ini, saya disuguhkan dengan pengertian manajemen berbasis sekolah. Nah, ternyata secara ontologis manajemen sekolah dan manajemen pendidikan mempunyai persamaan yang sulit untuk kita bedakan, baik dalam segi pengertiannya, fungsinya, maupun dalam segi ruang lingkup nya. 

Salah satu contoh yang menunjukkan bahwa manajemen sekolah itu sama dengan manajemen pendidikan itu dapat kita lihat melalui pengertiannya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh James Jr. (2007;14) yang memaparkan bahwa manajemen sekolah adalah proses pemberdayaan Sumber Daya Manusia bagi penyelenggara sekolah secara efektif. Sejalan dengan James, Ali Imron Sauki (2014:104) berpendapat bahwa manajemen pendidikan adalah proses penataan kelembagaan pendidikan, dengan melibatkan sumber potensial baik yang bersifat manusia maupun yang bersifat non manusia guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Melalui pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa manajemen sekolah dan manajemen pendidikan sama-sama memperdayakan/melibatkan sumber daya manusia untuk mencapai tujuannya secara efektif dan efisien.


B. Konsep Manajemen Sekolah Bermutu
Materi yang kedua yaitu tentang Konsep Manajemen Sekolah bermutu. Pada konsep Manajemen Sekolah bermutu, diharapkan manajemen hubungan sekolah dengan orang tua wali murid berjalan dengan selaras dan beriringan. Karena apa diharapkan hubungan ini berjalan dengan selaras dan beriringan? Karena hubungan yang dapat kita bilang harmonis ini bertujuan untuk membuat masyarakat memiliki tanggung jawab dalam memajukan sekolah. Penciptaan hubungan tersebut akan memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Gambaran yang jelas dapat diinformasikan kepada masyarakat umum melalui laporan kepada orang tua wali murid, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah murid, penjelasan dari staf sekolah, dan laporan tahunan sekolah.

Selain itu, melalui hubungan yang harmonis ini diharapkan dapat tercapainya tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu proses pendidikan terlaksana secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan yang produktif dan berkulitas. Bagaimana cara pihak sekolah ataupun masyarakat menentukan lulusan tersebut berkualitas atau tidak? Lulusan yang berkualitas dapat dinilai atau dilihat dari penguasaan/kompetensi murid tentang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat dijadikan bekal ketika terjun di tengah-tengah masyarakat.

Saya berpikir bahwa manajemen itu fungsinya hanya untuk mengatur (manage). Ternyata fungsi dari manajemen tidak sesempit seperti yang saya pikirkan. Pada buku iini, disebutkan bahwa fungsi pokok manajemen itu ada 6, yaitu :
1. merencanakan (planning),
2. mengorganisasikan (organizing),
3. mengarahkan (directing),
4. mengkoordinasikan (coordinating),
5. mengawasi (controlling),
6. dan mengevaluasi (evaluation).

Jika kita berbicara tentang “fungsi”, pasti pembahasan selanjutnya tidak pernah jauh dari kata “manfaat”. Apa saja manfaat dari manajemen ini, lebih spesifiknya lagi manfaat dari manajemen sekolah bermutu. Nah, manajemen sekolah bermutu ini akan memberikan beberapa manfaat diantaranya:
1. Sekolah dapat menyesuaikan dan meningkatkan kesejahteraan Pendidik dan tenaga pengajar sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya sebagai pendidik,
2. Memiliki keleluasaan untuk pengelolaan sumberdaya dan penyertaan masyarakat dalam berpartisipasi di sekolah
3. Pendidik didorong untuk selalu berinovasi,
4. Rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.


C. Prinsip Manajemen Sekolah
Kata “prinsip” yang saya ketahui mengandung arti “asas yang menjadi pokok dasar atau pedoman dalam berpikir, bertindak, dll. Nah, dalam manajemen sekolah, perlu adanya prinsip dalam mengelola sekolah agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana. Saya akan menjelaskan ulang secara singkat empat prinsip yang digunakan dalam pengembangan sekolah.
1. Equifinality
Kata ini terasa asing bagi saya, sehingga saya berusaha untuk menemukan arti dari kata tersebut. Setelah saya cari, dapat saya simpulkan bahwa equifinalty adalah suatu keadaan akhir (final) yang tujuannya dapat dicapai dari berbagai metode yang berbeda.
Nah, dari pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manajemen sekolah bermutu lebih menekankan fleksibilitas. Contohnya seperti sekolah wajib mandiri dalam mengelola seluruh aktifitasnya bersama warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing. Karena sudah dapat dipastikan bahwa antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lainnya memiliki perbedaan yang signifikan, contohnya seperti perbedaan input peserta didik, sarana prasarana dan situasi akademik sekolah.
Berangkat dari pernyataan tersebut, dapat saya simpulkan bahwa sekolah tidak dapat dijalankan dengan struktur yang sama di sekolah lainnya yang adad di seluruh kota, provinsi, apalagi Negara. Walaupun sekolah satu mungkin memiliki masalah yang sama, tapi cara penyelesaiannya akan berbeda antara sekolah satu dengan sekolah yang lainnya.

2. Decentralization
Biasanya kata desentraliasai selalu dikaitkan dengan penyerahan kewenangan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah. Lalu bagaimana kaitannya dengan desentralisasi pendidikan? Setelah saya membaca dari literatur yang ada di internet, dapat saya simpulkan bahwa desentralisasi dalam hal pendidikan adalah proses pemberian kewenangan yang lebih luas di bidang kebijakan pendidikan dan aspek pendanaannya dari Pemerintah Pusat ke Pemeintah Daerah dan pada saat yang bersamaan kewenangan yang lebih besar diberikan kepada sekolah dalam bentuk manajemen berbasis sekolah. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya. Tujuan dari prinsip desentralisasi adalah efisiensi dalam pemecahan masalah, bukan menghindari masalah. 

3. Self Management System
Secara bahasa, self management system dapat diartikan sebagai sistem manajemen diri. Manajemen sekolah yang bermutu harus menyadari bahwa pentingnya mempersilahkan sekolah menjadi sistem pengelolaan secara mandiri di bawah kebijakannya sendiri. Karena sekolah dikelola secara mandiri maka sekolah lebih memiliki inisiatif dan tanggung jawab sendiri, baik dalam mengembangkan tujuan pengajaran strategi manajemennya, distribusi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, memecahkan masalah, dan mencapai tujuan berdasarkan kondisi mereka masing-masing sesuai dengan SDM dan kemampuannya.

4. Human Initiative
Dalam bahsa Indonesia, human initiative dapat diartikan sebagai inisiatif manusia. Dari pengertian tersebut, dapat saya simpulkan bahwa manajeman sekolah berusaha untuk mengembangkan sumber daya manusia di dalam sekolah untuk berinisitatif. Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Potensi sumber daya manusia diharapkan memiliki inisiatif yatu harus selalu digali, ditemukan, dan kemudian dikembangkan.


D. Ruang Kajian Manajemen Sekolah
Di dalam buku ini, ada beberapa sudut pandang untuk mengetahui ruang lingkup manajemen sekolah dalam pendidikan., yaitu sebagai berikut :

1. Berdasarkan Obyek Garapan
Ruang Lingkup Menurut Objek Garapan adalah Seluruh aktifitas manajemen sekolah secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan mendidik di sekolah, yaitu:
a. Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik dilakukan secara sengaja oleh sekolah untuk pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) secara efektif dan efisien, demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
b. Manajemen personil sekolah
Manajemen personil sekolah dilakukan secara sengaja untuk pembinaan secara kontinu para pegawai di sekolah, sehinggga mereka dapat memabantu/menunjang kegiatan sekolah secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 
c. Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum meiputi 3 pokok kegiatan, yakni kegiatan yang behubungan dengan Pendidik, peserta didik, dan seluruh civitas Akademika (warga sekolah).
d. Manajemen sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga harus diatur pengelolaannya agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. 
e. Manajemen tatalaksana
Manajemen tatalaksana merupakan serangakian kegiatan mencatat, menyimpan, menghimpun, mengolah, dan mengirim benda-benda tertulis serta warkat yang pada hakikatnya menunjang seluruh garapan manajemen sekolah.
f. Manajemen pembiayaan/Keuangan
Manajemen pembiayaan/keuangan bertujuan untuk memberikan pelayanan yang maksimal dalam hal pembiayaan sekolah yang meliputi biasa internal dan eksternal serta pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. 
g. Manajemen organisasi
Manajemen organisasi dapat dilakukan sekolah dengan cara melakukan pembagian kerja yang jelas dan sesuai dengan tugas bidang atau unit yang dipegang sehingga kegiatan operasional pendidikan semakin efektif dan efisien demi membantu tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. 
h. Manajemen humas dan kerjasama.
Manajemen humas dan kerjasama bertujuan untuk mendapatkan simapati dari masyarakat pada umumnya serta publiknya pada khususnya, sehingga kegiatan operasional sekolah/pendidikan secara efektif dan efisien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

2. Berdasarkan Fungsi Manajemen
Menurut beberapa ahli manajemen, fungsi manajemen dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
a. Perencanaan adalah proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau langkah-langkah yang akan dilaksanakan di kemudian hari dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
b. Pengorganisasian adalah menyusun hubungan perilaku yang efektif antarpersonalia, sehingga mereka dapat bekerjasama secara efisien dan memperoleh Pengambilan Kebijakan pribadi dalam melaksanakantugas-tugas dalam situasi lingkungan yang ada guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu.
c. Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan untuk memberikan penjelasan, petunjuk serta bimbingan kepada orang-orang yang menjadi bawahannya sebelum dan selama melaksanakantugas.
d. Pengkoordinasian adalah suatu usaha yang dilakukan pimpinan untuk mengatur, menyatukan, menserasikan, mengintegrasikan semua kegiatan yang dilakukan oleh bawahan
e. Pengkomunikasian adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan lembaga untuk menyebarluaskan informasi yang terjadi di dalam maupun hal-hal di luar lembaga yang ada kaitannya dengan kelancaran tugas mencapai tujuan bersama
f. Pengawasan adalah usaha pimpinan untuk mengetahui semua hal yang menyangkut pelaksanaan kerja, khususnya untuk mengetahui kelancaran kerja para pegawai dalam melakukan tugas mencapai tujuan. 

Adanya manajemen sekolah bermutu diharapkan akan memberi peluang dan kesempatan kepada kepala sekolah, pendidik (guru) dan peserta didik untuk melakukan inovasi pendidikan. Dengan adanya manajemen sekolah bermutu maka ada beberapa keuntugan dalam pendidikan yaitu, kebijakan dan kewenangan sekolah mengarah langsung kepada Peserta didik, orang tua dan Pendidik, sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal, pembinaan peserta didik dapat dilakukan secara efektif, dapat mengajak semua pihak untuk memajukan dan meningkatkan pelaksanaan pendidikan.

Sekian laporan hasil membaca saya. Apabila ada salah dalam penulisan mohon kritik dan sarannya yang bersifat membangun

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 


Identitas Buku Sumber Bacaan :
Judul : Manajemen Sekolah Berbasis ICT
Penulis : Nurdyansyah, M.Pd. & Andiek Widodo, M.M.
Penerbit : Nizamil Learning Center
Tahun Terbit : 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  ๐Ÿ•Œ๐Ÿ’• TODAY's MUHASABAH ๐Ÿ’•๐Ÿ•Œ Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. ๐Ÿ’Œ Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...