Langsung ke konten utama

Menulis Beralih Zona Nyaman

Menulis adalah caraku meluapkan semua apa yang ada di otakku.

Dengan menulis, semua memori itu akan abadi tersimpan dalam media cetak ataupun elektronik. Kata-kata yang terpatri di dalam otakku harus dikeluarkan agar orang lain juga dapat menikmatinya. Merangkainya menjadi suatu kalimat bukanlah hal yang sulit kukerjakan seperti mengerjakan soal matematika dan fisika. Kalimat tersebut keluar begitu saja mengalir seperti air, terbingkai oleh kata-kata indah, dan semuanya lahir dari perspektif pikiran tanpa direkayasa.

Menjadi seorang blogger adalah salah satu caraku dalam menyalurkan karya.

Karya yang terbentuk dengan hati memiliki nilai yang sangat berarti. Ketika kita menulis sesuatu menggunakan hati, maka tulisan tersebut juga akan sampai ke hati para pembacanya. Penulis yang dapat membangun suasana sehingga pembaca juga larut dalam cerita tersebut adalah suatu hal yang patut diapresiasi karena tak dapat dipungkiri itu sulit untuk dilakukan.

Pengalaman pertama kali menulis blog ketika aku mendapatkan tugas pada mata kuliah bahasa Indonesia di semester satu.

Pada kala itu aku juga perdana membuat blog dipandu oleh dosenku yang bernama bu Farninda Aditya. Aku sangat antusias melakukan setiap langkah yang beliau ajarkan dalam membuat blog meskipun hanya dengan bermodal handphone. Aku bangga dengan jari jemariku yang sangat lihai beraksi di atas layar handphone mengikuti instruksi dari dosenku.

Awalnya aku sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi seorang blogger karena aku merasa masih berada di zona nyaman  ketika merangkai kata secara manual menggunakan pena di di atas kertas. 

Akan tetapi, setelah mengenal dunia blogger, zona nyamanku mulai beralih perlahan.

Dengan motivasi terekamnya jejak tulisanku di internet sehingga akan semakin banyak orang yang dapat membaca dan menikmati setiap tulisan, membuatku semakin semangat dalam menulis. Aku harap setiap  tulisanku akan menjadi suatu karya yang abadi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

Sekarang aku bisa bebas mengekspresikan segala sesuatu yang ada di dalam benak. Menurutku, menulis adalah tentang bagaimana kita bisa mencurahkan segala kisah dan cerita sehingga bisa membuat hati dan pikiran kita plong ketika dapat mengeluarkan semua kata-kata tersebut dalam bentuk tulisan, bukan lisan. Menulis adalah salah satu bentuk karya yang dihasilkan dari sinkronisasi antara otak dan tangan.

Saat lidah ini kelu untuk mengeluarkan sepatah kata, maka cara jitu yang sering kulakukan ialah dengan menulis. 

Banyak orang berpendapat bahwa menulis adalah kegiatan yang membosankan. Tapi menurutku menulis adalah kegiatan untuk menghilangkan kebosanan. Ketika kita bisa menikmati prosesnya, maka kita akan tulus dalam menjalainnya, begitu juga halnya dengan menulis. Ku harap semua tulisanku nantinya akan banyak dinikmati oleh orang banyak sehingga semakin luas orang yang akan mendapatkan hikmah atau pelajaran dari tulisan tersebut.


https://superapp.id/

@aplikasisuper

#superbercerita


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  🕌💕 TODAY's MUHASABAH 💕🕌 Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. 💌 Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...