Nama : Salwa Rayyana
Kelas : PAI 1/D
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, S.Pd.,M.Pd.
2. Deskripsi Isi Buku :
Judul buku : Sepok, Cerite Orang Kampong, yang Kampongan, di Kampong Orang
Penulis : Pay Jarot Sujarwo
Penerbit : Pijar Publishing Pontianak
Tahun Terbit : 2010
Jumlah halaman : 154 halaman
ISBN : 978-979-15438-7-3
3. Jenis Buku
Buku ini termasuk laporan perjalanan yang menggabungkan jenis karangan narasi dan deskripsi sehingga pembaca akan terhanyut dalam alur cerita yang kompleks.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Keunggulan Buku :
Kelas : PAI 1/D
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, S.Pd.,M.Pd.
SEPOK
Cerite Orang Kampong,
yang Kampongan, di Kampong Orang
1. Tema :
Buku ini termasuk buku laporan perjalanan. Buku yang menceritakan sebuah pengalaman selama berwisata ke Bulgaria dengan segala tingkah kampungannya yang sangat santai membuat pembaca tidak bosan membacanya. Buku ini cocok dikategorikan sebagai buku humoris karena cerita yang disajikan terkesan lucu dan kocak sehingga membuat pembaca akan tertawa. Buku dengan menggunakan bahasa Melayu Pontianak khas ini mampu menghipnotis dan menghantarkan imajimasi pembaca ke dalam cerita.
2. Deskripsi Isi Buku :
Judul buku : Sepok, Cerite Orang Kampong, yang Kampongan, di Kampong Orang
Penulis : Pay Jarot Sujarwo
Penerbit : Pijar Publishing Pontianak
Tahun Terbit : 2010
Jumlah halaman : 154 halaman
ISBN : 978-979-15438-7-3
3. Jenis Buku
Buku ini termasuk laporan perjalanan yang menggabungkan jenis karangan narasi dan deskripsi sehingga pembaca akan terhanyut dalam alur cerita yang kompleks.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Keunggulan Buku :
- Menggunakan gambar ilustrasi yang secara tidak langsung akan membuat pembaca benar-benar merasakan berada di Bulgaria.
- Menggunakan bahasa Melayu Pontianak yang jarang digunakan oleh penulis dari Kalimantan Barat sehingga buku ini membedakan berbagai buku hasil penulis lainnya.
- Buku ini dapat dijadikan sebagai media pengenalan budaya Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat dalam hal bahasa pengantar pergaulannya, yaitu bahasa Melayu Pontianak.
- Buku ini dapat dimengerti dan dibaca oleh penutur bahasa Melayu serumpun, antara lain Melayu Riau, Melayu Bangka Belitung, Malaysia dan Brunei Darussalam serta Melayu yang ada di seluruh Kalimantan Barat seperti Melayu Ngabang, Mempawah, Kapuas Hulu dan Sambas.
- Buku ini sangat bermanfaat karena pembaca dapat menambah pengetahuan baru tentang negara di Eropa yaitu Bulgaria serta gaya hidup orang Barat yang berbeda dengan masyarakat di Indonesia.
- Merupakan karya penulis lokal Kalimantan Barat sehingga memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalbar untuk berkreasi.
- Alur yang disajikan mampu menghantarkan imajinasi pembaca ke dalam cerita dan membuat pembaca hanyut ke dalam cerita seolah-olah merasakan apa yang diceritakan.
- Buku ini terdapat kisah-kisah menarik yang mengandung haru, tawa, miris, serta takjub yang luar biasa sehingga tidak bosan untuk dibaca.
- Bagi penutur bahasa lain akan sulit untuk mengerti terhadap bahasa dan istilah-istilah tertentu dalam bahasa Melayu Pontianak.
- Penggunaan bahasa Melayu Pontianak yang mendominasi hampir 100 % membuat penutur bahasa lain enggan untuk membacanya.


Komentar
Posting Komentar