Langsung ke konten utama

Resume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa PAI / FTIK IAIN Pontianak

Nama : Salwa Rayyana
NIM : 11901049
Kelas : 1/D

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI
ADAB MAKAN DAN MINUM
PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 10 PONTIANAK

SKRIPSI
OLEH :
AGUS TRI HIDAYAH
NIM. 1041107642


MOTTO :
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S.7 : 31)

“Semangat dan ketekunan dapat membuat orang yang biasa-biasa menjadi lebih unggul, Ketidak acuhan dan kelesuan dapat membuat orang yang lebih unggul menjadi biasa-biasa saja.”


ABSTRAK :
AGUS TRI HIDAYAH. Pemahaman Siswa Terhadap Materi Adab Makan dan Minum pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 10 Pontianak. Skripsi. Pontianak : Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak, 2009.
Latar belakang penelitian ini yaitu adanya kenyataan di kalangan siswa SMP Negeri 10 Pontianak yang belum memahami dan menjalankan adab-adab makan dan minum padahal materi adab makan dan minum telah dipelajari siswa berulang-ulang pada Sekolah Dasar maupun Tsanawiyah. Fokus penelitian ini adalah : 1) Bagaimana adab siswa sebelum makan dan minum, 2) Bagaimana adab siswa ketika sedang melakukan makan dan minum, 3) Bagaimana adab siswa setelah makan dan minum. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara jelas Pemahaman Siswa terhadap Materi Adab Makan dan Minum pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 10 Pontianak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data utama penelitian ini adalah para siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Pontianak. Peneliti menggunakan teknik observasi dan teknik komunikasi tidak langsung yaitu menggunakan angket untuk mengumpulkan data-data terkait dengan fokus penelitian. Karena penelitian ini bersifat deskriftif, maka analisis data yang digunakan adalah rumus presentase.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) Pemahaman materi adab makan dan minum siswa kelas VIII sebelum makan dan minum diperoleh hasil yang sangat bervariasi namun mereka telah memahaminya. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang peneliti sebarkan kepada siswa kelas VIII yang telah mempelajari materi adab makan dan minum tersebut. Adapun kriteria interprestasi skor variabel penelitian presentase kelompok responden menunjukkan 33,34% - 66,67% yaitu sebagian besar atau sedang. 2) Pemahaman adab siswa kelas VIII ketika sedang melakukan makan dan minum masih kurang dan belum optimal terutama dalam etika saat makan dan minum. Dan kriteria interprestasi skor variabel penelitian presentase kelompok responden menunjukkan 0,00% - 33,33% yaitu sebagian kecil atau kurang. 3) Pemahaman adab siswa kelas VIII setelah makan dan minum belum optimal. Adapun kriteria interpestasi skor variabel penelitian presentase kelompok responden menunjukkan 0,00% - 33,33% yaitu termasuk sebagian kecil atau kurang.


DAFTAR ISI
ABSTRAK ......................................................................... i KATA PENGANTAR.................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ......................................................... vii
DAFTAR TABEL ............................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN....................................................................... ix

BAB I  PENDAHULUAN
Latar Belakang ..........................................................................1
Rumusan Masalah ........................................................ 4
Tujuan Penelitian ........................................................................ 5
Manfaat Penelitian......................................................................... 6

BAB II  PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI ADAB MAKAN DAN MINUM PADA KELAS VIII DI SMPN 10 PONTIANAK
Pengertian Pemahaman Materi Adab Makan dan Minum ............................................................................ 7
Pengertian Materi Adab Makan dan Minum ............................................................................ 10
Pengertian Adab Makan dan Minum ............................................................................ 13

BAB III  METODE PENELITIAN
Metode dan Pendekatan Penelitian ...................................................................... 19
Ruang Lingkup Penelitian  ...................................... 20
Populasi dan Sampel Penelitian....................................................................... 26
Teknik dan Alat Pengumpulan Data.................................................................................  28
Teknik Analisis Data .................................................. 31

BAB IV  ANALISIS DATA
Gambaran Umum Lokasi Penelitian ..................... 32
Analisisi Data................................................................ 36
Pembahasan ................................................................ 43

BAB V  PENUTUP
Kesimpulan ...................................................................  47
Saran  ............................................................................. 48
DAFTAR PUSTAKA ....................................................... 49
LAMPIRAN-LAMPIRAN...................................................................... 51


KUTIPAN :
1. Menurut Piaget yang dikutip oleh Paul Suparno (2001 : 150) pemahaman adalah suatu teori yang menuntut suatu penemuan kembali.

2. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002 : 202), bahwa pemahaman merupakan tingkat berikutnya dari tujuan ranah kognitif berupa kemampuan memahami atau mengerti tentang isi pelajaran yang dipelajari tanpa perlu mengubungkannya dengan isi pelajaran lainnya.

3. Menurut istilah pemahaman yaitu proses, perbuatan, cara memahami, atau memahamkan (Anton Moeliono, 1989 : 99).

4. Menurut Sugiyono (2008 : 207) metode deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

5. Menurut Harun Rasyid (2000 : 53) vaariabel adalah suatu konsep atau objek yang diteliti dan diuji kebenarannya secara empirik.

6. Khairawati dkk, (2006 : 34) mengemukakan bahwa definisi operasional didasarkan pada sifat-sifat yang secara operasional dapat diamati dan menunjuk alat pengambil data yang cocok untuk mengukur suatu variabel agar tidak menimbulkan berbagai persepsi dan kesalah pahaman.

7. Menurut Al-Ghazali oleh Zahruddin (2004 : 4) mengartikan bahwa akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan yang mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran (lebih dulu).

8. Hadari Nawawi (2005 : 114) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda, hewan, tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.

9. Akhlak yakni keadaan yang melekat pada jiwa manusia yang melahirkan perbuatan, tingkah laku mungkin baik mungkin buruk (M. Daud Ali, 1998 : 346).

10. Menurut Suharsimi Arikunto (1998 : 140), angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis dan dijawab secara tertulis oleh responden yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden mengenai hal-hal yang ia ketahui.



DAFTAR PUSTAKA

       Paul Suparno, (2001), Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget, Yogyakarta : Kanisius.

       Dimyati dan Mudjiono, (2002), Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.

       Anton M. Moeliono, (1989), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

       Sugiyono, (2008), Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, Bandung : CV. Alfabeta

       Harun Rasyid, (2000), Metode Penelitian Kualitatif Bidang Ilmu Sosial dan Agama, Pontianak.

       Khairawati, dkk, (2002), Pedoman Penulisan Skripsi STAIN, Pontianak.

       Zahruddin dkk, (2004), Pengantar Studi Akhlak, Jakarta : Raja Grafindo Persada.

       Hadari Nawawi, (2005), Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

       Muhammad Daud Ali, (1998), Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Raja Grafindo Persada.

       Suharsimi Arikunto,(1998), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rineka Cipta.


LAMPIRAN :






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  🕌💕 TODAY's MUHASABAH 💕🕌 Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. 💌 Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...