Langsung ke konten utama

Tak Kenal Maka Ta'aruf

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sobat Online

Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk menyalurkan buah pikiran saya melalui media blogging ini. Tak kenal maka tak sayang, so pada postingan pertama di blog ini, saya mulai dengan perkenalan terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Salwa Rayyana, bisa dipanggil Salwa atau Wawa. Lahir di Kalimantan Barat tepatnya di Pontianak pada tanggal 23 Juli 2001.


Lanjut ke riwayat pendidikan, pertama kali saya mengeyam pendidikan di TK Islamiyah. Mengapa alasan orangtua menyekolahkan saya disana? Alasannya sangat simpel, karena jarak dari rumah saya ke sekolah tidak jauh. Jadi, untuk pergi ke sekolah, ibu saya hanya perlu mengantar dengan jalan kaki saja. 

Kemudian, saya melanjutkan pendidikan di SDS Islamiyah. Alasannnya tidak jauh berbeda dengan yang tadi, orangtua juga lebih mudah mengontrol saya karena ayah bekerja sebagai bendahara di Yayasan Perguruan Islamiyah. 

Setelah lulus SD saya tertarik untuk melanjutkan di pesantren. Kebetulan saat acara keluarga, sepupu saya merekomendasikan untuk masuk di Al-Fityan School KubuRaya. Setelah Orangtua men-survey tempatnya, beliau langsung mendaftarkan dan mengantarkan saya untuk tes. Alhamdulillah saya diterima pada tahun 2014 dan pada tahun itu menjadi angkatan pertama yang bersekolah di Al-Fityan. Dikarenakan Al-Fityan ini berbasis Boarding School, berarti harus tinggal di asrama. Inilah yang membuat saya semangat dan ingin cepat-cepat masuk sekolah. Setelah melewati beberapa hari di Al-Fityan, saya baru merasakan ternyata hidup terpisah dari orangtua itu tidak semudah yang saya bayangkan. Walaupun pada saat itu seminggu sekali boleh pulang ke rumah, tetapi rindu saya belum terobati. Saya selalu menangis jika orangtua pulang setelah mengantar saya kembali ke asrama. Mungkin karena saya belum bisa beradaptasi dengan suasana yang baru sehingga berdampak pada kesehatan saya yang sering terganggu, akhirnya orangtua memutuskan agar saya pindah sekolah. Kemudian, saya kembali bersekolah di Islamiyah lagi dengan jenjang MTs. 

Setelah lulus MTs, saya ingin mencari lingkungan yang baru, akhirnya saya memutuskan untuk bersekolah di SMAN 3 Pontianak. Disana saya benar-benar merasakan suasana baru, yang awalnya hanya memiliki teman semuslim kini juga memiliki teman yang non-muslim.

***
Banyak yang mengira saya lulusan Pondok ketika melihat saya bercadar. Mungkin di benak hati mereka bertanya-tanya mengapa berani menggunakan cadar padahal bukan anak Pesantren. Baiklah, saya ceritakan secara singkat awal mula perubahan saya.

Hati saya terasa tenang dan damai ketika melihat ada kakak kelas menggunakan khimar yang panjang dan rok yang lebar. Mulai dari sana saya tertarik untuk mengenakan pakaian syar'i. Pada kelas 2 SMA semester 2, sedikit demi sedikit saya merubah cara berpakaian. Mulai dari mengganti khimar yang pendek menjadi khimar yang panjang, kemudian mengganti celana sekolah dengan rok sekolah. Saya juga mulai menggunakan masker untuk menutupi wajah. Alhamdulillah, dalam proses memperbaiki diri banyak teman-teman yang membantu proses hijrah saya. Tetapi, saya berpikiran bahwa pada saat itu, yang hijrah hanya pakaian saya, sedangkan ibadah yang lainnya belum hijrah. Kenapa? Salah satu contohnya, jika adzan sudah berkumandang, saya tidak sholat jika belum diingatkan ayah. Jika ayah sudah mengingatkan untuk sholat, saya langsung sholat. Sholat bukan karena panggilan hati tetapi karena takut sekaligus malu dengan ayah.

Hari senin, tanggal 21 Agustus 2018 adalah hari dimana ayah pergi meninggalkan kami semua untuk selamanya. Hati saya sangat hancur dan rapuh, saya sangat menyesal belum bisa membanggakan beliau. Ini semua terasa mimpi yang sangat mengerikan, tapi sayangnya adalah kenyataan. Tidak ada lagi yang mengingatkan apakah saya sudah sholat, makan, tidur, dll. Tidak ada lagi sosok pahlawan yang melindungi saya dari kerasnya hidup di dunia ini. Setelah melewati masa-masa terpuruk, saya perlahan belajar mengikhlaskan dan mulai meyakinkan diri jika saya pasti bisa melanjutkan hidup tanpa kehadiran seorang figur ayah. Saya harus kuat, tegar, dan juga harus bisa menjaga diri dengan baik (salah satu ikhtiar nya dengan mengenakan niqab). Saya terus belajar memperbaiki diri untuk mempersiapkan bekal di akhirat agar bisa berkumpul kembali sekeluarga. Aamiin...


Pada tanggal 3 Februari 2019, saya bersama teman-teman menghadiri event Sedekah Akbar 2019. Disanalah menjadi titik balik saya berubah secara drastis. Sebelum memasuki stadion gor pangsuma, para donatur dipersilahkan untuk menulis semua hajat yang nantinya akan didoakan oleh 3.000 adek-adek yatim dan penghafal Qur'an. Alhamdulillah segala hajat saya didoakan oleh adek-adek yatim dan penghafal Qur'an.

MasyaAllah, saya sangat bersyukur diberi kesempatan dan kemudahan untuk menghadiri event ini. Tangisan dari ribuan donatur dan orang tua asuh yang ada di dalam stadion pecah seketika. Mungkin, jika saya tidak menghadiri acara Sedekah Akbar 2019, hati saya masih ragu terhadap tindakan yang saya ambil sekarang.


Mulai dari Sedekah Akbar saya mengenal Paskas (Pasukan Amal Sholeh). Mereka lah orang dibalik layar yang mensukseskan event Sedekah Akbar. Saya seketika kagum terhadap mereka. Saya ngebayangin gimana mereka panen pahala saat event Sedekah Akbar banyak menyadarkan dan membuka pikiran para donatur dan orang tua asuh termasuk saya untuk tidak melupakan kehidupan di akhirat.

Tidak lama setelah event Sedekah Akbar, ada rekrutmen anggota Paskas. Saya mengajak teman saya untuk mendaftar. Alhamdulillah sekarang saya sudah menjadi bagian dari mereka. Saya sangat bersyukur bisa berada diantara orang-orang yang istiqomah seperti mereka. Mereka yang membuat saya mantap untuk mengenakan sehelai kain yang dinamakan cadar. Alhamdulillah ibu menyetujui perubahan saya. MasyaAllah kekeluargaan di komunitas/organisasi ini membuat hati saya selalu damai dan tentram. 

Mulai dari komunitas/organisasi ini, saya merasakan Allah mengirim teman-teman untuk membantu dan mengajarkan saya dalam mempersiapkan bekal untuk di dunia sekaligus akhirat. Sebenarnya saya sudah dinyatakan lulus prodi farmasi di beberapa universitas luar kota. Mungkin, jika pikiran saya belum terbuka, saya sudah berada di luar kota untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jika ada yang bertanya mengapa saya mengambil prodi farmasi? Jawabannya semata-mata hanya untuk mencari harta dan jabatan saja. Alhamdulillah, Allah segera menyadarkan saya bahwa semua itu hanya bersifat sementara. Saya sering bertanya pada diri sendiri 'Apa yang telah kamu persiapkan jika Allah mencabut nyawamu?' 'Apakah dengan amalmu yang sekarang cukup untuk menghantarkanmu menuju surga?'

Saya langsung bertekad untuk melanjutkan kuliah di IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam. Saya berpikir, jika saya mengambil prodi Pendidikan Agama Islam, otomatis saya langsung mempersiapkan bekal untuk dunia sekaligus akhirat. Saya sadar bahwa ilmu agama saya masih minim. Saya malu jika ilmu agama saya saja masih minim, tetapi meminta agar dipertemukan sekeluarga di surga. Oleh karena itu saya yakin untuk mendalami prodi tersebut. Alhamdulillah, Allah permudah niat baik saya. Saya dinyatakan lulus jalur SPAN PTKIN. 

Saya sangat bersyukur Allah masih sayang kepada saya yang berlumuran dosa ini. Saya bersyukur Allah segera menyadarkan saya bahwa dunia itu jika dikejar tidak ada habisnya. Saya ingat kata gurunda bahwa manusia sekarang ini aneh, untuk dunia yang main-main kita serius, tapi untuk akhirat yang serius kita main-main. Yaa Allah, semoga saya dan sobat  semuanya tidak terjerumus pada kenikmatan palsu di dunia ini. Aamiin...

Sekian dulu yaa perkenalannya, maaf jika ada curhat nya dikit... Maaf juga jika ada salah kata, sesungguhnya kesempurnaan datang dari Allah, kekurangan datang dari saya. Makasih buat teman-teman yang sudah mau membaca coretan saya di blog ini. Ambil yang baiknya, buang yang jeleknya yaaa... Sampai jumpa di coretan saya selanjutnya... Sampai jumpa di Baitullah... Sampai jumpa di Surga-Nya Allah...

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Penggunaan Bahasa Sesuai EYD

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pada kesempatan kali ini, saya akan melakukan observasi (pengamatan) dari 10 spanduk yang berada di sekitar lingkungan rumah. Kemudian saya akan menganalisis penggunaan bahasa spanduk tersebut sesuai dengan EYD. 1. Tempat : Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah Waktu : 27 September 2019 pukul 07.26 WIB Analisis : Penulisan kalimat di atas tidak efektif dan kurang tepat. 1. Seharusnya kalimat tersebut diakhiri dengan tanda seru (!) karena kata "dilarang" mengandung ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah. 2. Seharusnya kata "buang" menggunakan imbuhan me-. Imbuhan me- dapat dibubuhkan sebuah kata dasar yang menyatakan pekerjaan. Imbuhan me- dapat memperkuat makna dari kata-kata dasar yaitu sedang melakukan pekerjaan. Ketika awalan me- bertemu konsonan b menjadi mem-. Contohnya : me + buang = membuang. Referensi : 1. Buku EYD penerbit Lembar Pustaka Indonesia bagian Pemakaian Tanda Baca halam...

Muhasabah

  ๐Ÿ•Œ๐Ÿ’• TODAY's MUHASABAH ๐Ÿ’•๐Ÿ•Œ Bukan kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukan keikhlasan jika masih merasakan sakit " Saat senyuman tak terbalas, maka Allah telah menghitung manis senyummu. " " Saat sapamu tidak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. " " Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya. " " Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. " " Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. " Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, siapkan diri untuk membuka lembaran baru dan fokus dalam perbaikan diri. ๐Ÿ’Œ Percaya bahwa akan ada keindahan di penghujungnya nanti, asalkan cinta illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun. Allah S...

Kompetensi Profesional Guru (4)

Nama : Salwa Rayyana Kelas : PAI 4F Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan ke kalian apa sih kompetensi profesional guru itu dan apa aja sih yang termasuk dalam kompetensi profesional guru. Bagi kalian yang akan menjadi seorang guru, ini wajib kalian baca sampai habis !!! Agar kalian bisa menjadi seorang guru yang profesional, no abal-abal !!! Kompetensi Profesional Guru Guru memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan, oleh karena itu diperlukan keprofesionalan dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensinya dalam mendidik, mengarahkan dan membimbing peserta didik.  Kompetensi guru yang profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Atau dengan kata lain, orang yang terdidik dengan baik, serta memiliki pengal...